Halaman Dpan
 Sumber Daya untuk Kegiatan Komunitas




Terjemahan:

Bahasa Indonesia
Català
English
Español
Filipino/Tagalog
Français
Ελληνικά / Elliniká
हिन्दी / Hindī
Italiano
Português
Română
Türkçe

                                        

Halaman lain:

Modul

Peta Situs

kata kunci

Kontak

Dokumen yg berguna

link berguna

Isi:

Isi:

Isi:

Isi:

Isi:

Isi:

Isi:


MENDAPATKAN SUMBER DAYA UNTUK KOMUNITAS KITA

oleh Phil Bartle, PhD

dan Joshua Ogwang

diterjemahkan oleh Dani


Pedoman

Ringkasan:

Artikel ini menjelaskan berbagai sumber pendanaan yang tersedia untuk suatu komunitas atau Organisasi Berbasis Komunitas (OBK). Di dalamnya terdapat pula beberapa tips tentang bagaimana suatu komunitas atau OBK dapat menggalang dana kas maupun non kas untuk kegiatan mereka.

Semua dana (baik kas maupun bukan) sebaiknya dicatat sehingga biaya internal dan eksternal dapat dihitung dengan tepat.

Artikel ini tidak menjelaskan sumber pendanaan yang cuma-cuma. Mengenai hal ini dapat dilihat pada artikel lain, Penggalangan Dana. Disini terdapat daftar sumber pendanaan baik tingkat lokal, regional maupun nasional, termasuk pemerintah dan badan donor (Organisasi Non Pemerintah, - ONP, bilateral dan multilateral) dan dana tanggungan, dimana dana memang sudah disediakan untuk tujuan tertentu.

1. Pengenalan tentang Memperoleh Sumber Daya:

Sumber daya dapat berupa uang maupun bukan, dimana sesuatu yang non-uang tetap dapat diukur dalam nilai nominal uang jika pengukuran nilainya tepat. Oleh karena itu, jumlah totalnya tetap dapat dinyatakan dalam nilai nominal uang.

Artikel ini dapat dipandang sebagai bagian dari panduan lengkap yang ditujukan untuk memberdayakan komunitas dengan kemampuan ekonomi lemah. Teknik-teknik penggalangan dana dapat digunakan untuk menaikan kapasitas OBK (Organisasi Berbasis Komunitas) dan Organisasi Non Pemerintah (ONP) lokal. Sebuah gerakan OBK/ONP yang kuat, dan masyarakat/komunitas yang terlibat, berpartisipasi, dan berdaya ─ memberi kontribusi pada proses demokratisasi dalam masyarakat manapun.

Komunitas dan organisasinya membutuhkan dana (khususnya dalam bentuk uang) untuk melaksanakan aktivitas mereka. Karena itu, memperoleh sumber pendanaan sangat penting untuk mencapai perbaikan yang diinginkan. Bila sebuah aktivitas memang pantas dan penting, dan setiap anggota betul-betul ingin mendukungnya, dukungan keuangan pasti bisa didapatkan.

1.1 Menggerakan dan Melatih Mengelola Komunitas:

Menggerakan berarti mempersatukan dan memobilisasi komunitas sebagai satu kesatuan untuk melakukan apa yang ingin dilakukan. Untuk melaksanakan keinginan ini, suatu komunitas harus menggunakan sumber dayanya.

Pelatihan Pengelolaan Komunitas akan membawa usaha menggerakan melangkah lebih jauh. Pelatihan ini, dengan menggunakan metode pelatihan manajemen, meningkatkan kemampuan komunitas atau OBK untuk merencanakan, memutuskan dan mengelola pengembangannya secara mandiri. Perolehan sumber daya dan penutupan biaya termasuk dalam pelatihan ini.

Seperti telah dijelaskan diatas, sumber daya dapat berupa uang ataupun bukan. Dan sumber daya bukan uang tetap dapat dihitung nominal uangnya, sehingga jumlah total sumber daya dapat dinyatakan dalam nominal uang. Artikel ini menerangkan beberapa sumber daya yang dapat digunakan untuk membiayai aktivitas.

1.2 Tujuan Artikel Ini:

Artikel ini ditujukan pada Anda dan kita. Maka, tips dan pedoman yang disajikan menunjuk apa yang sebaiknya Anda/kita lakukan, atau apa yang disarankan kepada Anda/kita untuk dilaksanakan.

Namun semua ini bukanlah peraturan yang kaku. Semua ini harus diterapkan sesuai dengan keadaan di lapangan. Anda/kita harus sadar akan keadaan sosial budaya yang unik dari suatu komunitas, dan peka akan nilai serta sikap suatu komunitas dimana kita bekerja. Jadi, pedoman ini harus disesuaikan menurut keadaan setiap komunitas.

1.3 Dana adalah Sumber Daya:

Ketika Anda/kita membicarakan mengenai pendanaan kegiatan komunitas, berarti Anda/kita sedang berbicara soal uang. Jikalau, tujuan khusus atau hasil yang diinginkan dari suatu kegiatan disebut keluaran/ouput (misalnya pembangunan ruang kelas, perbaikan sumur), maka apapun yang didapatkan untuk kegiatan dapat disebut masukan/input (misalnya tanah, sumber daya manusia, dana, bahan untuk membangun, peralatan). Komunitas atau OBK, seharusnya mengidentifikasi, mendaftar dan mendayagunakan masukan-masukan tersebut.

Beberapa masukan tersebut dapat berupa uang tunai. Yang lain mungkin dalam bentuk sumbangan tenaga, makanan untuk para sukarelawan, peralatan, saran dan pelatihan, tanah, dan masih banyak lainnya lagi.

Meskipun sumbangan bukan uang umumnya tidak memiliki nilai nominal uang, namun sangatlah penting bahwa Anda/kita mendorong komunitas untuk menghitung nilai nominalnya.

Dalam penghitungan ini, nilai nominal dari semua donasi bukan uang harus dihitung juga sehingga pencatatan sumber daya internal maupun eksternal juga tepat.

2. Tujuan Memperoleh Sumber Daya:

Memperoleh sumber daya adalah hal yang sangat penting. Mereka yang melaksanakan hal ini adalah kontributor vital untuk penguatan (pemberdayaan, peningkatan kapasitas) suatu komunitas atau organisasi.

Tanpa sumber daya yang berupa dana uang (dan bukan uang) organisasi manapun akan segera berhenti, dan akhirnya mati.

2.1 Ingatlah Selalu Tujuan Umumnya:

Mengatasi ketergantungan komunitas adalah tujuan utama Anda. Tujuan yang paling penting dan harus selalu dipertimbangkan adalah bahwa ketergantungan dalam suatu komunitas haruslah dikikis lewat setiap tindakan yang Anda/kita ambil. Saat melatih suatu komunitas atau organisasi bagaimana memperoleh sumber daya, penggerak harus tetap mengingat tujuan utama itu dan berperilaku berdasar tujuan tersebut. Pihak donor sebaiknya menghindari memberi segala sesuatu apapun yang dibutuhkan oleh komunitas, karena akan menciptakan ketergantungan.

Selalu doronglah mereka dengan menyatakan bahwa mereka dapat melaksanakan kegiatan mereka secara mandiri dan Anda/kita berada di sini untuk melatih kemampuan mereka serta memberi saran. Dan, merekalah yang harus menyelesaikan segalanya. Prinsip ini juga diterapkan untuk pendanaan kegiatan, dimana jangan pernah Anda/kita mencari dan mendapatkan sumber pendanaan untuk kegiatan mereka.

Anda/kita../../cmp/modules/../../cmp/modules/ sebagai penggerak, dapat menawarkan pedoman tentang bagaimana menggalang dana dan sumber daya yang lain, bagaimana memastikan pencatatan keuangan tetap transparan dan sederhana, dan bagaimana menghitung donasi bukan uang menjadi angka nominal.

Anda/kita harus selalu menekankan bahwa proses pemerolehan sumber dana dilakukan oleh komunitas atau OBK (misalnya komite eksekutifnya), dan bukan Anda/kita sebagai penggerak.

Ingatlah bahwa tidak ada satupun komunitas yang bersatu secara natural. Selalu ada perbedaan dan perpecahan di setiap komunitas(1). Semua tindakan yang Anda/kita ambil haruslah membantu untuk meningkatkan persatuan komunitas.

Catatan (1): Perpecahan dalam komunitas apapun dapat terjadi karena berbagai sebab: golongan, agama, kelas sosial, pendapatan, pendidikan, kepemilikan tanah, asal-usul suku, usia, jender, dan lainnya. Tingkat toleransi untuk hal-hal tersebut juga bervariasi. Tugas Anda/kita adalah mengecilkan perbedaan-perbedaan tersebut, membangun persatuan dan kesatuan komunitas, dan mengatasi perpecahan dalam komunitas.

Ketika Anda/kita memberikan usulan tentang bagaimana memperoleh sumber daya untuk suatu kegiatan, Anda/kita jangan terpaku pada satu strategi tertentu, karena strategi tertentu mungkin menyebabkan perpecahan. Kita sebaiknya menyarankan dan menyakinkan bahwa kita mendengarkan apapun yang disampaikan oleh para anggota komunitas (terutama mereka yang paling diam) sambil memperkirakan kemungkinan bahwa strategi tertentu dapat menyebabkan perpecahan.

2.2 Mengapa Kita Menolak Ketergantungan?

Seiring dengan pertumbuhan penduduk, kemampuan pemerintah menyediakan sumber daya per kapita/orang (umumnya) menurun dari dari tahun ke tahun. Maka, ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah dalam penyediaan pelayanan dan fasilitas hidup adalah hal yang tidak mungkin. Begitu pula, donor internasional, pemerintah dari negara-negara kaya, PBB, Bank Dunia, ONP internasional, tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk dibagikan kepada setiap komunitas miskin di seluruh dunia, tidak peduli bagaimanapun pentingnya dampak yang dihasilkan.

Bila dahulu kemandirian dipandang sebagai hal yang positif, dan ini mempromosikan demokrasi akar rumput, hak asasi manusia, pengembangan diri dan martabat manusia, sekarang hal ini lebih dari sekedar itu. Jika masyarakat tidak dapat menjadi semakin dan semakin mandiri dan berdaya, mereka tidak akan dapat berkembang dan kemiskinan serta kelesuan akan menghancurkan mereka pada akhirnya.

Sistem lama, dimana para politikus dan pejabat memberikan bantuan dan layanannya kepada mereka yang mendukung mereka untuk tetap berkuasa, seusai dengan teori "penyediaan" fasilitas dan layanan. Pemimpin-pemimpin seperti ini harus diganti oleh para pelayan publik yang betul-betul demokratis dan mendukung kemandirian komunitas.

Jika lembaga eksternal, entah pemerintah pusat atau ONP internasional, datang ke suatu komunitas dan membangun suatu fasilitas (misal: fasilitas penyediaan air bersih), anggota komunitas akan secara alami melihat fasiitas tersebut sebagai hak milik lembaga tersebut. Ketika lembaga eksternal tidak melanjutkan bantuannya atau kehabisan dana, para anggota komunitas juga tidak memiliki motivasi untuk melanjutkan, merawat atau memperbaiki fasilitas yang telah terbangun. Agar suatu fasilitas dapat digunakan secara efektif, diteruskan, dirawat dan diperbaiki, para anggota komunitas harus memiliki rasa "tanggungjawab" (kita dapat menyebutnya pula rasa "kepemilikan").

Rasa tanggungjawab kadangkala digambarkan sebagai "kepemilikan." Kecuali komunitas keseluruhan terlibat dalam pengambilan keputusan (perencanaan dan pengelolaan) dalam pembangunan fasilitas dan bersedia untuk berkontribusi atas biayanya, rasa tanggungjawab atau kepemilikan tidak pernah akan muncul. Dan, akibatnya fasilitas tidak digunakan dengan efektif, dirawat dan dipertahankan.

Membangun suatu fasilitas dan tanpa berharap akan perawatan dan keberlanjutannya, adalah tidak mungkin. Hal ini bagaikan mencoba hanya makan sekali untuk seumur hidup.

3. Jenis-jenis Pembiayaan:

Sebuah komunitas, suatu pelaksana kegiatan, atau organisasi apapun, memiliki beberapa pilihan untuk memperoleh dana pembiayaan kegiatan mereka. Kami menganjurkan untuk mencari sebanyak mungkin sumber daya, sekaligus memaksimalkan penggunaan internal sumber daya. Hal ini akan menurunkan ketergantungan pada satu donor.

3.1 Antara Biaya Layanan dan Donasi:

Perbedaannya, biaya layanan adalah dana yang diberikan sebagai layanan atau biaya penggunaan, sedangkan donasi adalah dana yang diberikan tanpa harapan mendapat keuntungan secara langsung.

Biaya layanan dapat dalam bentuk biaya yang sama untuk semua jenis layanan. Misalnya, setiap rumah tangga membayar jumlah yang sama untuk biaya penyediaan air bersih. Atau, biaya layanan dapat berupa biaya yang berbeda, tergantung kuantitas air bersih yang digunakan.

Biaya layanan cocok, apabila metode layanan diketahui dengan jelas oleh setiap penggunanya. Biaya layanan ini seringkali diambil untuk perawatan dan perbaikan fasilitas.

3.2 Donor dan Lembaga Donor:

Dana yang diberikan tanpa harapan akan memperoleh imbal balik secara segera, dan biasanya diberikan melalui donasi publik atau kontribusi khusus dari lembaga donor. Donasi publik adalah hadiah yang tidak berhubungan secara khusus dengan aktivitas tertentu dari komunitas. Lihat Penggalangan Dana.

Lembaga donor adalah organisasi yang menyediakan dana sebagai bagian dari karya organisasi tersebut. Skala lembaga donor bervariasi dari birokrasi besar dan rumit seperti Bank Dunia, PBB, lembaga bantuan atau pemerintah dari negara-negara kaya, hingga ke organisasi lokal dan kecil, seperti kelompok religius.

3.3 Persamaan Prinsip:

Sementara prinsip-prinsip penggalangan dana untuk berbagai sumber daya ini adalah kurang lebih sama, teknik-teknik khususnya sangat berbeda. Misalnya, dana dari publik yang tidak terikat, biasanya membutuhkan usaha khusus untuk menarik publik.

Berbeda dengan hal ini, dana dari lembaga donor, umumnya membutuhkan rencana detil dari kegiatan yang diusulkan, dan rencana tersebut dituangkan dalam proposal resmi (permohonan akan bantuan dana) kepada lembaga donor. Namun, apa yang penting untuk dicatat disini, adalah bahwa prosedur teknis dapat berbeda, prinsip dasar dan pendekatan secara umumnya tetaplah sama.

3.4 Donasi:

Donasi adalah setiap kontribusi dari individu atau kelompok manapun. Sebuah donasi dapat berupa uang tunai, tanah, gedung, tenaga, perlengkapan dan peralatan, nasehat dan ide.

3.5 Sumber Daya Internal dan External:

Sumber daya internal adalah sumber daya yang diperoleh dari dalam komunitas yang sedang melaksanakan kegiatan. Sumber daya eksternal adalah sumber daya yang berasal dari luar komunitas.

Sumber daya eksternal dapat berasal dari donor internasional (pemerintah, ONP, organisasi multilateral/ PBB) atau dari donor nasional (pemerintah pusat dan daerah, ONP nasional).

Sebuah komunitas menjadi lebih mandiri jika untuk kegiatan mereka, menggunakan sumber daya internal lebih banyak daripada sumber daya eksternal. Tujuan kita bukanlah membuat komunitas menjadi mandiri total (karena ini sebuah ketidakmungkinan dari sisi ekonomi), tetapi untuk mengurangi ketergantungan dan kelesuan dalam komunitas. Jika sebuah komunitas bekerjasama secara setara dengan pemerintah pusat ataupun lokal, atau ONP (tidak didikte oleh mereka), maka hal ini dapat dilihat sebagai saling ketergantungan.

Jika sebuah komunitas memiliki sumber daya dari banyak pihak, maka komunitas ini kemungkinan besar menjadi mandiri dan lebih tidak dapat didikte oleh pihak donor.

4. Sumber-sumber Pendanaan:

Masyarakat memiliki banyak sumber daya pendanaan yang potensial. Anda, sebagai seorang penggerak, sebaiknya tidak mengambil alih peran komunitas dalam mendapatkan dana. Namun, Anda seharusnya mendorong penguatan komunitas, membimbing mereka dalam memperoleh pendanaan.

4.1. Biaya Pengguna dan Perawatan:

Tidak seperti donasi sukarela, dimana pihak donor tidak mengharapkan keuntungan langsung dan segera atas donasi mereka, pembayaran atas biaya menunjukkan penyediaan atas suatu jasa.

Ada dua jenis biaya. Yang pertama dimana biaya ditentukan berdasar sebuah periode (misalnya per bulan).

Yang kedua adalah biaya ditentukan berdasar jumlah layanan, seperti sejumlah nominal uang untuk sekaleng air. Hal ini serupa dengan menjual barang, namun tidak harus selalu menghasilkan keuntungan.

Sama dengan sumber keuangan lain dari berbagai sumber, biaya harus dihitung dengan jujur, dapat dipertanggungjawabjkan dan tansparan, adil serta dapat dibenarkan.

4.2. Perancangan Proyek/Kegiatan dan Proposal:

Lembaga donor biasanya meminta proposal resmi atas pendanaan yang disediakan, dan proposal tersebut harus memperlihatkan suatu kegiatan yang terencana dengan baik. Mari kita lihat beberapa jenis lembaga donor.

4.3 Bantuan Pemerintah:

Di dalamnya termasuk pendanaan oleh pemerintah lokal (provinsi, kota/kabupaten, dll).

Setiap proposal yang masuk harus melalui prosedur resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

4.4 Organisasi Non Pemerintah (ONP):

Di dalamnya termasuk organisasi berbasis komunitas, institusi keagamaan, ONP internasional, organisasi-organisasi lain yang bukan dari pemerintah.

Mereka umumnya adalah organisasi yang tidak bertujuan mencari keuntungan material, berbeda dengan organisasi komersial. Kemampuan menulis proposal adalah sangat berguna dalam mendapatkan pendanaan dari organisasi-organisasi ini.

4.5 Kedutaan dan Komisi Tinggi:

Kedutaan seringkali memiliki sejumlah kecil dana khusus untuk proyek-proyek (misalnya the Canada Fund at the Canadian High Commission, the Small Projects Office of the Netherlands' SNV). Dana ini boleh digunakan oleh OBK dan ONP kecil dan lokal. Anda/kita sebagai penggerak, harus ingat bahwa untuk mendapatkan dana seperti ini, perlu mendampingi dan melatih para pemimpin komunitas tentang bagaimana menulis proposal dan membiarkan mereka bergerak melaksanakan penggalian dananya secara mandiri.

Saat ini semakin banyak pemerintah dari negara-negara kaya yang menyediakan dana untuk kegiatan komunitas lokal yang tidak terlalu besar. Silahkan mengubungi kedutaan dan konsulat, dan tanyakan dengan detil bagaimana Anda dapat memperoleh dana.

5. Teknik Penulisan Proposal yang Efektif:

Bagian ini memiliki beberapa artikel, termasuk materi pelatihan dan pedomannya, tentang bagaimana menulis proposal yang efektif. Penekanannya pada "efektif" karena bila sebuah proposal yang bagaimanapun menariknya dan tersajikan dengan baik, namun tidak dapat mencapai hasil yang diinginkan (pendanaan), maka proposal ini adalah sia-sia.

Sebuah proposal sebaiknya ditulis secara "segar" dan orijinal, dengan masukan dari berbagai pihak. Jangan mencontek proposal lain, karena membuat kita malas berpikir dan tergantung.

Kerangka proposal memiliki urutan logis, dimana setiap bab berhubungan dengan yang lainnya, dan terdapat ide yang berkesinambungan dari awal hingga akhir. Bagian khusus yang dapat mempengaruhi alur ide ini sebaiknya ditaruh di bagian lampiran. Kerangkanya sebagai berikut:

Permasalahan (Latar Belakang)
Solusi
Tujuan (Spesifik, Dapat diwujudkan)
Sumber Daya (Potensial, Aktual)
Strategi (Silahkan mendaftar beberapa dan pilih satu)
Pengawasan (Penilaian Kemajuan)
Pelaporan (Penyampaian Kemajuan)
Abstrak (Ringkasan) (Diletakkan di depan)
Lampiran (Informasi detil, Anggaran, Daftar)


Lihat Proposal, dan Materi Proposal. Detil proposal dapat berbeda; dan apa yang di atas hanya pedoman umumnya. Beberapa lembaga donor memiliki permintaan dan bentuk khusus yang harus diikuti. Yang perlu diperhatikan adalah setiap bab harus berhubungan satu dengan yang lainnya, dan secara keseluruhan terpadu dan berkesinambungan.

Kesimpulan:

Apapun tindakan kita dalam mendorong dan membantu suatu komunitas untuk merencanakan dan melaksanakan proyek mereka (termasuk menghitung jumlah sumber dana), Anda harus tetap mengingat beberapa hal berikut ini sebagai pedoman bagi semua tindakan kita:

  • Ingat dan bekerjalah selaras dengan tujuan (mengurangi ketergantungan);
  • Tuntun, usul, latih, dorong, puji, informasikan; dan
  • Jangan menjanjikan apapun, jangan langsung menyediakan apapun dan jangan mendikte.

Perhitungan biaya untuk membiayai kegiatan komunitas haruslah jujur dan akurat, dan perkiraannya terhadap sumbangan non-kas tidak terlalu rendah.

Ketika menggerakan suatu komunitas untuk melalukan suatu kegiatan, kita sebaiknya mendorong mereka untuk menemukan berbagai sumber (daya) pendanaan dari luar (untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu donor), dan untuk menemukan serta menggerakan sumber pendanaan dari dalam.

Mendapatkan sumber pendanaan untuk suatu kegiatan komunitas merupakan suatu tanggungjawab yang mulia dan bermakna; maka lakukanlah dengan penuh semangat, kejujuran dan kepercayaan diri.

––»«––
Bila anda menyalin dari situs ini, harap menuliskan nama penulis
dan kaitkan kembali pada cec.vcn.bc.ca/cmp/

© Copyright 1967, 1987, 2007 Phil Bartle
Design Web oleh Lourdes Sada
––»«––
Update terakhir: 2011.10.04

 Halaman depan

 Sumber Daya untuk Kegiatan Komunitas